Sistem Akuntansi Limbah Terpadu (SALT)

BAPETEN – Badan Pengawas Tenaga Nuklir di Indonesia

 Pengawasan Tenaga Nuklir di Indonesia sangat diperlukan khususnya dalam pengawasan limbah radioaktif. Limbah radioaktif harus dilakukan pengelolaan. Dalam melakukan pengelolaan juga wajib menginventarisir serta melakukan perekaman. Perekaman limbah dengan menggunakan SALT. Sistem Akuntansi Limbah Terpadu  merupakan sistem yang berfungsi dalam pelaporan dan evaluasi kegiatan pengelolaan limbah radioaktif. 

Selengkapnya..

Sistem Akuntansi Limbah Terpadu (SALT)

Apa yang dimaksud dengan SALT ?

Sistem Akuntansi Limbah Terpadu (SALT) adalah adalah sistem akuntansi yangdigunakan dalam kegiatan inventarisasi rekaman limbah radioaktif yang terpadu pada tiap tahap kegiatan pengelolaannya dan berlaku secara nasional sehingga mampu tertelusur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dasar Hukum SALT

Regulasi yang menjadi dasar hukum dari pengembangan SALT adalah Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif. Salah satu amanat dalam PP tersebut menyatakan bahwa setiap penghasil wajib melakukaninventarisasi limbah radioaktif pada tiaptahap kegiatan pengelolaannya Hasil rekaman tentang inventarisasi dan kegiatan pengelolaannya tersebut wajib dikirimkan ke BAPETEN paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan.